Video Rocky Gerung Bungkam soal Gibran Mundur Ternyata Konten AI, Bukan Peristiwa Nyata
Klaim bahwa Rocky Gerung bungkam saat ditanya soal keinginannya agar Gibran mundur tidak benar. Video itu merupakan konten hasil kecerdasan buatan yang memanipulasi foto pemberitaan, bukan rekaman peristiwa nyata.
Beredar video yang menampilkan Rocky Gerung bungkam ketika ditanya soal keinginannya agar Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan wakil presiden.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Di media sosial Facebook, beredar unggahan berupa video yang diklaim memperlihatkan Rocky Gerung tidak mampu menjawab ketika ditanya mengenai keinginannya agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur. Narasi itu disebarkan seolah-olah sebagai rekaman peristiwa yang benar-benar terjadi.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan pemeriksa fakta yang dikutipnya menunjukkan klaim tersebut tidak berdiri di atas fakta. Penelusuran dengan metode pencarian gambar terbalik menemukan bahwa video itu identik dengan unggahan sebuah akun Facebook, Rizqy Syarief, yang secara terbuka dilabeli sebagai konten buatan kecerdasan artifisial.
Temuan itu diperkuat oleh Hive Moderation, yang menilai video berisi Rocky Gerung bungkam tersebut sebagai hasil AI generatif. Menurut alat pendeteksi itu, kemungkinan konten tersebut dihasilkan kecerdasan buatan mencapai 99,9 persen.
Penelusuran lanjutan mengungkap bahan dasar video. Gambar Rocky Gerung yang dipakai merupakan foto dari akun Instagram Tribunnews.com, @tribunnews, yang sebelumnya digunakan sebagai ilustrasi pemberitaan berjudul "Rocky Gerung Minta Gibran Mundur, Kepala Bakom: Beliau Belum Tahu Watimpres Juga Penasihat Wapres". Pemberitaan itu memuat pernyataan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Syahganda Nainggolan, yang mengaku telah menghubungi Rocky Gerung terkait pernyataannya agar Gibran mundur sebagai wakil presiden. Dengan demikian, tidak ada rekaman peristiwa seperti yang digambarkan dalam unggahan.
Analisis
Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah cara penyajiannya. Sebuah foto ilustrasi pemberitaan diolah menjadi video gerak dengan bantuan kecerdasan buatan, lalu dibagikan seolah-olah sebagai dokumentasi langsung sebuah wawancara. Publik yang tidak menelusuri asal-usulnya mudah mengira ada peristiwa nyata di baliknya, padahal adegan "bungkam" itu sepenuhnya hasil rekayasa.
Pola semacam ini perlu dicermati karena dua hal. Pertama, konten AI kini cukup meyakinkan untuk meniru ekspresi dan gestur tokoh publik, sehingga kesan autentik bisa muncul tanpa dasar peristiwa. Kedua, penyebarannya menumpang isu politik yang sedang hangat, sehingga memicu reaksi cepat sebelum ada verifikasi. Pihak yang dirugikan bukan hanya tokoh yang ditampilkan, tetapi juga publik yang menerima gambaran keliru tentang sikap seorang figur publik.
Pembaca dapat melakukan pemeriksaan sederhana secara mandiri. Cari jejak gambar atau video melalui pencarian gambar terbalik, periksa apakah unggahan asli diberi label konten AI, dan bandingkan dengan pemberitaan dari media yang kredibel. Keberadaan label AI pada unggahan sumber seharusnya menjadi peringatan pertama sebelum konten dibagikan lebih jauh.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan Komdigi beserta pemeriksa fakta yang dikutipnya, klaim bahwa Rocky Gerung bungkam saat ditanya soal keinginannya agar Gibran mundur adalah hoaks. Video tersebut merupakan konten AI generatif yang memanfaatkan foto ilustrasi pemberitaan, bukan rekaman peristiwa yang sesungguhnya.
Sumber verifikasi
Komdigi · 16 Oktober 2026Video Rocky Gerung Bungkam Ditanya Keinginannya agar Gibran MundurTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Video Rocky Gerung Bungkam soal Gibran Mundur Ternyata Konten AI, Bukan Peristiwa Nyata. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-video-rocky-gerung-bungkam-ditanya-keinginannya-agar-gibran-mundur
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
