Lewati ke isi
Cara kerja

Metodologi

Publikasi IMPRESI berpijak pada pemantauan pemberitaan media daring, kanal berita televisi di YouTube, serta media sosial (X dan Instagram). Pengolahan awal dibantu kecerdasan buatan; setiap publikasi ditelaah dan disunting manusia sebelum terbit.

Kajian

Untuk satu isu, setiap berita dan unggahan yang relevan dianalisis: aktor yang disebut dan perannya, sikap pemberitaan, bingkai (prosedural, ekonomi, konflik, dan sebagainya), narasi yang muncul, serta status informasi — fakta terkonfirmasi, pernyataan resmi, opini, spekulasi, atau rumor. Berita yang hanya menyebut isu sambil lalu dikeluarkan. Angka dalam kajian adalah hasil agregasi data tersebut; draf yang memuat angka di luar data ditandai untuk diperiksa editor.

Pantauan Ruang Publik

Untuk satu topik, berita dan unggahan dari berbagai sumber dinilai dengan dua cara:

  • Akurasi antar-sumber. Klaim faktual dari setiap sumber dikelompokkan menurut pertanyaan yang dijawabnya, lalu dibandingkan. Beberapa artikel dari media yang sama, atau salinan dari kantor berita yang sama, dihitung sebagai satu suara.
  • Kaidah jurnalistik. Kesesuaian judul dengan isi, keberimbangan, kejelasan narasumber, pemisahan fakta dan opini, serta diksi — mengacu Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber (Dewan Pers).

Label temuan dan syaratnya:

  • Berbeda dari versi mayoritas sumber — satu sumber berbeda dari sedikitnya tiga sumber independen lain.
  • Melebih-lebihkan — fakta yang sama dibesar-besarkan (misalnya “tidak menemukan bukti” menjadi “tidak memiliki”), dibandingkan versi yang didukung sedikitnya dua sumber independen.
  • Bertentangan dengan sumber lain — versi yang tidak mungkin sama-sama benar, tanpa mayoritas yang jelas.
  • Tuduhan tanpa narasumber jelas — tuduhan yang tidak menyebut siapa yang menyatakannya dan tidak dilaporkan sumber lain.

Perbedaan karena mengutip narasumber berbeda, angka yang berkembang seiring waktu, cakupan definisi yang berbeda, atau aspek berbeda dari peristiwa yang sama tidak dihitung sebagai kesalahan media. Setiap temuan yang terbit telah diputuskan analis IMPRESI.

Setiap pantauan menampilkan:

  • Fakta inti — klaim yang dilaporkan sama oleh sedikitnya dua sumber independen.
  • Klaim yang diberitakan berbeda — versi tiap media untuk hal yang sama, berdampingan, bila perbedaannya tetap dinilai bermasalah setelah ditelaah.
  • 10 media dengan nilai tertinggi — rata-rata nilai seluruh berita media tersebut tentang topik itu. IMPRESI hanya memublikasikan peringkat teratas; akun media sosial tidak diperingkat.
  • Temuan utama — klaim per media yang dikonfirmasi analis, dari yang paling serius.

Batasan

  • Verifikasi dilakukan antar-sumber yang dipantau, bukan dengan dokumen primer atau cek fakta independen. Versi mayoritas belum tentu benar.
  • Sampel terbatas pada media dan akun yang dipantau; hasil tidak mewakili seluruh pers Indonesia.
  • Transkrip video dibuat otomatis dan tidak memuat nama pembicara.
  • Akun media sosial perorangan tidak disebut namanya dalam publikasi.

Koreksi dan hak jawab

Kami terbuka atas koreksi. Media atau pihak yang keberatan atas publikasi kami dapat menghubungi impresimediamonitoring@gmail.com. Publikasi yang terbukti keliru akan diperbaiki atau ditarik.