Video Dedi Mulyadi Disebut Peringatkan soal Gibran pada 2026, Faktanya Rekaman Lama 2023
Klaim bahwa Dedi Mulyadi memperingatkan soal Gibran pada Oktober 2026 tidak benar; video yang dipakai identik dengan unggahan kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL dari 27 Desember 2023. Saat itu Gibran berstatus calon wakil presiden pada Pilpres 2024, bukan wakil presiden.
Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan publik agar berhati-hati terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026.

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Di media sosial Facebook beredar unggahan video yang disertai narasi bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026. Narasi itu dibingkai seolah peringatan tersebut disampaikan dalam konteks pemerintahan saat ini.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan dilaporkan pemeriksa fakta Kompas.com menunjukkan klaim tersebut tidak berdasar. Melalui penelusuran dengan teknik reverse image search, video dalam unggahan itu identik dengan materi yang tayang di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 27 Desember 2023, berjudul "KDM : DULU BANYAK ORANG NYESEL REMEHKAN JOKOWI | KINI MULAI NYESEL REMEHKAN GIBRAN".
Dalam rekaman utuhnya, Dedi Mulyadi memang meminta para politisi berhati-hati terhadap Gibran. Alasannya, Gibran masih berusia muda dan menguasai teknologi informasi. Pada saat video diunggah, Gibran adalah calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024. Dengan demikian, tidak ada pernyataan Dedi Mulyadi pada Oktober 2026 sebagaimana diklaim, dan konteks pembicaraannya bukan tentang jabatan wakil presiden yang kini diemban Gibran.
Analisis
Yang membuat unggahan ini menyesatkan adalah pemakaian ulang konten lama tanpa keterangan waktu. Video asli dari akhir 2023 dipotong atau dipindahkan ke konteks baru, lalu diberi narasi yang menyiratkan peristiwa terjadi pada 2026. Pola semacam ini bekerja karena wajah dan suara tokoh yang dikenal publik memberi kesan kredibel, sementara keterangan tanggal dan konteks asli dihilangkan sehingga pembaca tidak punya pembanding.
Dampaknya, publik dapat menilai hubungan antara pejabat daerah dan pejabat nasional berdasarkan rekaman yang sudah tidak relevan dengan situasinya. Pembaca juga berpotensi menyimpulkan adanya ketegangan politik yang tidak pernah dinyatakan. Pihak yang dirugikan adalah Dedi Mulyadi dan Gibran, karena pernyataan lama mereka dibelokkan maknanya, serta publik yang menerima informasi keliru.
Untuk memeriksa sendiri, pembaca dapat menelusuri kembali potongan video melalui pencarian gambar terbalik, membuka kanal resmi pemilik video untuk memastikan tanggal unggah, dan mencocokkan isi pernyataan dengan peristiwa yang sedang berlangsung. Judul serta deskripsi video asli biasanya memuat konteks yang hilang dari unggahan daur ulang.
Kesimpulan
Klaim bahwa Dedi Mulyadi memperingatkan soal Gibran pada Oktober 2026 adalah hoaks. Video yang dipakai berasal dari 27 Desember 2023, ketika Gibran masih berstatus calon wakil presiden pada Pilpres 2024, sehingga pernyataan itu tidak berkaitan dengan situasi pada 2026.
Sumber verifikasi
Komdigi · 17 Oktober 2026Video Dedi Mulyadi Peringatkan Hati-hati Terhadap Wapres Gibran pada Tahun 2026Tautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Video Dedi Mulyadi Disebut Peringatkan soal Gibran pada 2026, Faktanya Rekaman Lama 2023. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-video-dedi-mulyadi-peringatkan-hati-hati-terhadap-wapres-gibran-pada-tahun-2026
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
