Tautan Undian Berhadiah Wondr BNI Disebut Hoaks, Mengarah ke Permintaan Data Pribadi
Unggahan Facebook yang membagikan tautan undian berhadiah Wondr BNI dinyatakan hoaks oleh Komdigi. Tautan itu tidak mengarah ke program resmi, melainkan ke laman yang meminta data pribadi dan terindikasi phishing.
Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim adanya tautan undian berhadiah Wondr BNI dari Bank Nasional Indonesia (BNI).

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Di media sosial Facebook, sebuah unggahan menyebarkan tautan yang diklaim sebagai undian berhadiah Wondr BNI dari Bank Nasional Indonesia (BNI). Unggahan itu tampaknya dimaksudkan agar penerima mengikuti tautan untuk memperoleh hadiah.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilaporkan Komdigi menyatakan klaim tersebut tidak benar. Mengacu pada turnbackhoax.id, tautan dalam unggahan itu hanya membawa pengguna ke sebuah laman yang meminta data pribadi, antara lain nama lengkap dan nomor Telegram yang aktif. Pola semacam ini terindikasi sebagai modus phishing atau pencurian data.
Sementara itu, mengutip bni.co.id, BNI menegaskan bahwa seluruh informasi resmi soal program, promosi, dan pengumuman pemenang hanya disampaikan lewat kanal resmi BNI. BNI juga menjelaskan bahwa Rezeki Wondr BNI merupakan program undian sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah pemilik rekening tabungan BNI. Pengumpulan poin berlangsung dari April 2026 hingga Mei 2027, dan nasabah dapat memperoleh kupon undian untuk berbagai hadiah melalui peningkatan saldo serta penambahan transaksi.
Analisis
Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah penggunaan nama lembaga besar untuk membangun kepercayaan. Tautan undian berhadiah kerap dipakai sebagai pintu masuk untuk memanen data pribadi. Dalam kasus ini, permintaan nama lengkap dan nomor Telegram yang aktif bukanlah prosedur yang lazim untuk sekadar mengikuti undian, melainkan pola yang mengarah pada pengambilalihan akun atau penipuan lanjutan.
Penyebaran lewat Facebook juga memperbesar jangkauan karena tautan dapat dibagikan ulang dengan mudah, sehingga penerima berikutnya mengira informasi itu datang dari lingkaran terpercaya. Pihak yang paling dirugikan adalah nasabah dan masyarakat umum yang mengikuti tautan lalu menyerahkan data pribadinya. Nama BNI pun turut terdampak karena dicatut dalam konten yang tidak berasal dari kanal resminya.
Publik dapat memeriksa sendiri sebelum bertindak. Pertama, pastikan alamat laman berada di domain resmi BNI, bukan tautan pendek atau alamat asing. Kedua, bandingkan informasi program dengan pengumuman di situs dan kanal resmi BNI. Ketiga, waspadai permintaan data pribadi atau kode verifikasi melalui tautan undian. Keempat, periksa apakah topik serupa sudah pernah diperiksa oleh pemeriksa fakta seperti turnbackhoax.id.
Kesimpulan
Klaim tentang tautan undian berhadiah Wondr BNI dalam unggahan Facebook tersebut adalah hoaks. Tautan itu tidak mengarah ke program resmi BNI, melainkan ke laman permintaan data pribadi yang terindikasi phishing. Informasi resmi mengenai program dan pemenang hanya disampaikan melalui kanal resmi BNI.
Sumber verifikasi
Komdigi · 7 Oktober 2026Tautan Undian Berhadiah Wondr BNITautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Tautan Undian Berhadiah Wondr BNI Disebut Hoaks, Mengarah ke Permintaan Data Pribadi. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-tautan-undian-berhadiah-wondr-bni
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
