Tautan Pendaftaran BSU Rp300.000 via Telegram Beredar, Komdigi Pastikan Hoaks
Unggahan Facebook membagikan tautan pendaftaran BSU Rp300.000 per bulan untuk Oktober–Desember 2026 melalui Telegram. Komdigi memastikan klaim itu hoaks: tautan tidak mengarah ke kanal resmi Kemenaker dan berpotensi menjerat korban lewat pencurian data pribadi.
Beredar di Facebook tautan pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300.000 per bulan untuk periode Oktober–Desember 2026 yang dilakukan melalui nomor Telegram.

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan tautan yang diklaim sebagai jalur pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah. Menurut unggahan itu, bantuan bernilai Rp300.000 per bulan tersebut berlaku untuk periode Oktober–Desember 2026, dan pendaftarannya dilakukan lewat nomor Telegram.
Faktanya
Komdigi menyatakan klaim dalam unggahan tersebut tidak benar dan merupakan penipuan. Mengutip laporan tempo.com, tautan yang dibagikan akun Facebook itu tidak mengarah ke kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Alamat yang beredar justru membawa pengunjung ke situs yang meminta data pribadi dimasukkan melalui nomor Telegram.
Pola semacam ini lazim dipakai untuk penipuan dan phishing. Hingga kini, Kemenaker belum mengumumkan tanggal resmi pencairan maupun tautan pendaftaran BSU 2026. Pemeriksaan fakta terkait hal ini juga dilaporkan tirto.id.
Analisis
Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah kombinasi tiga hal: nama program pemerintah yang terdengar resmi, nominal yang terkesan masuk akal, dan saluran pendaftaran yang tidak lazim. Bantuan subsidi upah memang pernah menjadi program pemerintah, sehingga penyebutan BSU mudah memberi kesan kredibel bagi pembaca yang tidak sempat memeriksa sumbernya.
Celah utamanya ada pada saluran pendaftaran. Instansi pemerintah tidak menjalankan pendaftaran bansos melalui nomor Telegram pribadi. Tautan dalam unggahan tidak mengarah ke domain Kemenaker, melainkan ke situs yang meminta pengunjung menyerahkan data pribadi lewat Telegram. Di titik inilah risiko terbesar muncul: data yang dimasukkan dapat disalahgunakan, dan masyarakat yang berharap mendapat bantuan justru menjadi pihak yang dirugikan.
Perlu dicatat, sumber tidak menyebut siapa pembuat atau penyebar unggahan, sehingga penilaian di sini terbatas pada isi klaimnya, bukan pada motif pihak tertentu. Pembaca dapat memeriksa sendiri dengan beberapa langkah sederhana: pastikan pengumuman program hanya bersumber dari situs dan kanal resmi Kemenaker, periksa alamat tautan sebelum mengklik, dan tolak permintaan data pribadi melalui aplikasi pesan. Kebiasaan menelusuri pengumuman resmi sebelum bertindak menjadi benteng paling praktis terhadap modus seperti ini.
Kesimpulan
Klaim pendaftaran BSU Rp300.000 per bulan untuk Oktober–Desember 2026 melalui Telegram adalah hoaks. Tautan tersebut bukan kanal resmi Kemenaker dan berpotensi menjadi sarana penipuan serta phishing. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pencairan maupun pendaftaran BSU 2026, sehingga masyarakat sebaiknya mengabaikan tautan semacam itu dan hanya merujuk pada kanal pemerintah.
Sumber verifikasi
Komdigi · 15 Oktober 2026Tautan Pendaftaran BSU Oktober-Desember Lewat TelegramTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Tautan Pendaftaran BSU Rp300.000 via Telegram Beredar, Komdigi Pastikan Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-tautan-pendaftaran-bsu-oktober-desember-lewat-telegram
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
