Video Tanah Bergerak di Palembang 30 September 2026: Klaim Keliru, Rekaman Sebenarnya dari Cina
Video yang diklaim menunjukkan tanah bergerak di Palembang pada 30 September 2026 ternyata hoaks; tidak ada pemberitaan media Indonesia soal peristiwa itu. Rekaman aslinya memperlihatkan jalan amblas di Kabupaten Suichuan, Provinsi Jiangxi, Cina, pada 5 September 2026 akibat banjir lumpur setelah Topan Saudel.
Sebuah video di Facebook diklaim memperlihatkan peristiwa tanah bergerak di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 30 September 2026, dengan gambar jalan raya rusak dan terseret longsor.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Sebuah unggahan video di Facebook menyebarkan narasi bahwa Kota Palembang, Sumatera Selatan, dilanda tanah bergerak pada 30 September 2026. Dalam rekaman itu terlihat jalan raya rusak dan material tanah yang terseret, sehingga mudah dibaca sebagai peristiwa bencana di lokasi tersebut.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan pemeriksa fakta yang dikutipnya, Kompas.com, menyimpulkan klaim itu tidak benar. Penelusuran tidak menemukan pemberitaan apa pun mengenai tanah bergerak di Palembang pada tanggal tersebut, dan tidak ada media Indonesia yang memberitakan peristiwa itu.
Rekaman yang dipakai ternyata berasal dari peristiwa lain. Video aslinya diunggah akun Facebook Global News pada 8 September 2026, dengan keterangan bahwa jalan amblas terjadi di Kabupaten Suichuan, Provinsi Jiangxi, Cina, pada 5 September 2026. Wilayah itu dilanda banjir lumpur besar setelah hujan deras berhari-hari yang dipicu dampak Topan Saudel. Dengan demikian, lokasi dan waktu kejadian dalam unggahan berbeda dari kenyataan.
Analisis
Pola yang tampak di sini adalah penggunaan ulang rekaman peristiwa nyata dari luar negeri, lalu diberi keterangan lokasi dan tanggal baru yang dekat dengan pembaca Indonesia. Rekaman bencana memang mudah menarik perhatian karena sifatnya yang dramatis, sehingga sering dipakai ulang tanpa konteks aslinya. Ketika lokasi diganti menjadi kota besar seperti Palembang, kesan kedekatan dan urgensi meningkat, dan penyebaran pun lebih cepat.
Dampak yang perlu diwaspadai bukan hanya kesalahpahaman informasi. Klaim semacam ini dapat memicu kepanikan warga di wilayah yang disebut, mendorong penerusan pesan berantai tanpa pemeriksaan, dan mengaburkan perhatian dari peristiwa yang benar-benar terjadi. Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi rekaman bencana tanpa memeriksa sumber membuat publik lebih rentan terhadap konten serupa di kemudian hari.
Pembaca dapat melakukan pemeriksaan sederhana secara mandiri. Pertama, cari pemberitaan dari media kredibel mengenai peristiwa yang diklaim, termasuk dari media lokal di wilayah yang disebut. Kedua, periksa akun pengunggah asli dan keterangan yang menyertai video, karena versi awal biasanya memuat lokasi dan tanggal sebenarnya. Ketiga, gunakan pencarian gambar atau video untuk menemukan versi lebih awal dari rekaman yang sama. Jika rekaman sudah beredar jauh sebelum tanggal yang diklaim, klaim tersebut patut dicurigai.
Kesimpulan
Klaim bahwa video tersebut memperlihatkan tanah bergerak di Palembang pada 30 September 2026 adalah hoaks. Rekaman yang beredar merupakan peristiwa jalan amblas di Kabupaten Suichuan, Jiangxi, Cina, pada 5 September 2026, dan tidak memiliki kaitan dengan Palembang.
Sumber verifikasi
Komdigi · 2 Oktober 2026Video Tanah Bergerak di Kota Palembang pada 30 September 2026Tautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Video Tanah Bergerak di Palembang 30 September 2026: Klaim Keliru, Rekaman Sebenarnya dari Cina. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-video-tanah-bergerak-di-kota-palembang-pada-30-september-2026
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
