Lewati ke isi
Cek FaktaHoaks

Klaim Pidato Prabowo Berisi Kode Keras agar Gibran Mundur: Hoaks

Unggahan Facebook mengeklaim pidato Presiden Prabowo memuat kode keras agar Wapres Gibran mundur. Pemeriksaan Komdigi yang mengutip tirto.id menyatakan klaim itu tidak benar: pidato tersebut tidak berisi permintaan Gibran mengundurkan diri.

Tim Riset IMPRESI 17 Oktober 2026 1 menit baca
Klaim yang beredar

Sebuah unggahan di Facebook mengeklaim Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kode keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar mengundurkan diri, dengan narasi "kalau punya malu, sebaiknya mengundurkan diri".

PutusanHoaks
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi.
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi. Sumber gambar: Komdigi

Klaim yang beredar

Di media sosial Facebook beredar unggahan yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto melontarkan kode keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka supaya melepaskan jabatannya. Unggahan itu disertai narasi "kalau punya malu, sebaiknya mengundurkan diri". Klaim tersebut dibungkus dalam bentuk video pidato presiden.

Faktanya

Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan mengutip hasil penelusuran tirto.id menyimpulkan bahwa klaim itu tidak benar. Rekaman yang dipakai memang berasal dari pidato Presiden Prabowo, tetapi konteksnya berbeda dari yang digambarkan. Pidato tersebut disampaikan pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JCC) pada 18 September 2026.

Dalam pidato itu, Presiden Prabowo membahas kritik terhadap sejumlah pakar, persoalan kejujuran intelektual, serta komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. Tidak ada pernyataan yang meminta Gibran mundur. Dengan demikian, narasi yang dilekatkan pada video tidak sesuai dengan isi pidato yang sebenarnya.

Analisis

Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah teknik pemindahan konteks. Rekaman asli dipakai sebagai bahan, lalu diberi bingkai narasi baru yang tidak ada dalam pidato. Publik yang hanya melihat potongan video dan membaca takarir biasanya tidak sempat memeriksa versi utuhnya, sehingga narasi tambahan mudah dianggap bagian dari pernyataan presiden.

Pola semacam ini berisiko karena menyangkut dua pejabat tertinggi negara. Pembaca dapat menyimpulkan adanya konflik antara presiden dan wakil presiden yang tidak didukung bukti. Selain merugikan kedua tokoh, informasi keliru seperti ini juga mengganggu kepercayaan publik terhadap proses pemerintahan.

Untuk memeriksa sendiri, pembaca sebaiknya menelusuri versi lengkap pidato dan memastikan tanggal serta lokasi penyampaiannya. Mencocokkan kutipan dengan transkrip resmi atau liputan media kredibel jauh lebih berguna daripada mengandalkan potongan video pendek. Perlu dicatat, pemeriksaan ini dilakukan Komdigi bersama pemeriksa fakta yang dikutipnya; IMPRESI menelaah dan menyajikan ulang hasil tersebut, bukan melakukan pemeriksaan pertama.

Kesimpulan

Klaim bahwa Presiden Prabowo memberikan kode keras agar Wakil Presiden Gibran mundur tidak terbukti. Rekaman yang beredar berasal dari pidato pada HUT ke-28 PAN di JCC, 18 September 2026, yang isinya membahas kritik terhadap pakar, kejujuran intelektual, dan kesejahteraan rakyat. Putusan untuk klaim ini adalah hoaks.

Sumber verifikasi

Komdigi · 17 Oktober 2026Video Pidato Presiden Prabowo Sebut Kode Keras Agar Wapres Gibran Mundur

Tautan pembanding

Tentang cek fakta ini. Artikel ini adalah telaah dan penulisan ulang IMPRESI atas hasil verifikasi Komdigi, dengan analisis tambahan dari tim IMPRESI. Draf awal dibantu kecerdasan buatan dan setiap cek fakta diperiksa serta disetujui editor sebelum terbit. Lihat metodologi.

Koreksi. Bila menemukan kekeliruan, sampaikan ke impresimediamonitoring@gmail.com. Menemukan klaim lain yang meragukan? Laporkan ke IMPRESI.

Kutip publikasi ini

IMPRESI. (2026). Klaim Pidato Prabowo Berisi Kode Keras agar Gibran Mundur: Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-video-pidato-presiden-prabowo-sebut-kode-keras-agar-wapres-gibran-mundur

Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.