Video Penyelewengan Solar Bersubsidi di Tanjung Priok Beredar, Hasil Pemeriksaan: Hoaks
Unggahan video di Instagram mengklaim ada penyelundupan solar bersubsidi di Tanjung Priok yang melibatkan pejabat tinggi. Pemeriksaan Komdigi menyimpulkan klaim itu hoaks: video tersebut merupakan rekayasa kecerdasan buatan, bukan dokumentasi operasi aparat.
Sebuah video di Instagram menarasikan adanya penyelundupan solar bersubsidi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang disebut melibatkan jaringan terhubung dengan pejabat tinggi pemerintahan.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Di Instagram, sebuah unggahan video menyebarkan narasi bahwa solar bersubsidi diselundupkan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Narasi itu menyebut ada jaringan yang diduga tersambung dengan pejabat tinggi pemerintahan.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan dilaporkan oleh pemeriksa fakta yang dikutipnya, tirto.id, menyimpulkan klaim tersebut tidak berdasar. Tidak ada pemberitaan dari media kredibel yang membenarkan adanya penyelundupan semacam itu.
Video yang beredar ternyata dihasilkan dengan kecerdasan buatan. Gambarnya dirancang agar tampak seperti peristiwa sungguhan, tetapi bukan rekaman autentik kegiatan aparat di lapangan.
Sumber yang sama mencatat bahwa penindakan terhadap penyalahgunaan solar bersubsidi memang pernah terjadi di Tanjung Priok dan Jakarta Utara pada 2022. Namun peristiwa lama itu tidak menjadi bukti adanya operasi baru, apalagi keterlibatan pejabat tinggi pemerintahan sebagaimana dinarasikan dalam video. Karena itu, unggahan tersebut tidak bisa dipakai untuk menopang tuduhan penyelundupan baru maupun keterlibatan pihak berpengaruh.
Analisis
Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah cara penyajiannya. Konten dibuat menyerupai dokumentasi lapangan, sehingga penonton mudah menganggapnya rekaman nyata. Kecerdasan buatan memungkinkan pembuat konten meniru suasana operasi aparat tanpa perlu kejadian yang sebenarnya.
Titik lemahnya terletak pada ketiadaan verifikasi. Tidak ada media kredibel yang melaporkan peristiwa yang digambarkan, dan tidak ada bukti yang menghubungkan peristiwa 2022 dengan narasi baru dalam video. Peristiwa lama dipakai sebagai pijakan agar klaim terasa masuk akal, lalu tuduhan keterlibatan pejabat ditambahkan tanpa dasar.
Dampaknya, publik bisa salah menilai kinerja aparat dan menaruh curiga pada pihak yang tidak pernah disebut secara sah dalam laporan mana pun. Nama pejabat yang tidak jelas identitasnya pun berisiko dicemarkan oleh narasi yang tidak terbukti.
Pembaca dapat memeriksa sendiri sebelum membagikan. Langkahnya: cari laporan dari media kredibel soal peristiwa yang diklaim, perhatikan apakah video punya jejak sumber yang jelas, dan waspadai rekaman yang terasa terlalu rapi atau dramatis. Bila tidak ada konfirmasi dari lembaga resmi, sebaiknya tahan diri untuk menyebarkan.
Kesimpulan
Klaim penyelundupan solar bersubsidi di Tanjung Priok yang melibatkan pejabat tinggi dalam video Instagram tersebut adalah hoaks. Video itu rekayasa kecerdasan buatan, dan peristiwa 2022 yang dirujuk tidak membuktikan adanya operasi baru.
Sumber verifikasi
Komdigi · 16 Oktober 2026Video Penyelewengan Solar Bersubsidi di Tanjung PriokTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Video Penyelewengan Solar Bersubsidi di Tanjung Priok Beredar, Hasil Pemeriksaan: Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-video-penyelewengan-solar-bersubsidi-di-tanjung-priok
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
