Lewati ke isi
Cek FaktaHoaks

Klaim Suahasil Sebut SPP Sekolah Negeri Kembali Dipungut 2027: Hoaks

Unggahan Facebook mengeklaim Suahasil Nazara menyebut SPP sekolah negeri diberlakukan kembali pada 2027. Pemeriksaan Komdigi tidak menemukan pernyataan semacam itu; Suahasil justru menegaskan program sekolah negeri gratis tetap berjalan lewat anggaran pendidikan RAPBN 2027.

Tim Riset IMPRESI 8 Oktober 2026 2 menit baca
Klaim yang beredar

Beredar di Facebook narasi yang menyebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan SPP untuk sekolah negeri akan diberlakukan lagi mulai 2027.

PutusanHoaks
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi.
IMPRESICek FaktaHoaks
Baca cek fakta lengkapnyaPindai kode QR · impresi.or.id/cek-fakta
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi. Sumber gambar: Komdigi
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi.
Tangkapan layar konten yang beredar, dengan penanda dari Komdigi. Sumber gambar: Komdigi

Klaim yang beredar

Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan narasi yang mengaitkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan kebijakan pemungutan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah negeri pada 2027. Narasi itu menyiratkan bahwa sekolah negeri akan kembali berbayar dua tahun mendatang.

Faktanya

Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan dilaporkan lewat kompas.com tidak menemukan pernyataan Suahasil yang menyebut SPP sekolah negeri akan berlaku lagi pada 2027. Klaim dalam unggahan tersebut karenanya tidak berdasar.

Yang benar, Suahasil pernah menjelaskan bahwa program sekolah negeri gratis tidak memperoleh pos anggaran baru yang terpisah. Meski demikian, ia menegaskan program itu tetap dijalankan dengan memanfaatkan belanja pendidikan dalam RAPBN 2027. Pemerintah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20,07 persen pada tahun itu, atau sekitar Rp824 triliun, dan alokasi tersebut akan dirancang ulang agar manfaatnya lebih optimal, termasuk untuk menopang pendidikan gratis.

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pernah menyampaikan bahwa sekolah negeri, dari jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA/SMK, saat ini sudah gratis.

Analisis

Klaim ini menyesatkan karena memindahkan konteks pembicaraan. Penjelasan Suahasil soal tidak adanya pos anggaran baru bagi program sekolah gratis diolah menjadi kesimpulan bahwa sekolah negeri akan kembali memungut SPP. Padahal, tidak adanya anggaran khusus tidak sama dengan berakhirnya program gratis; sumber yang sama menegaskan program itu tetap berjalan di dalam alokasi pendidikan RAPBN 2027.

Pola semacam ini lazim muncul di media sosial: satu pernyataan pejabat dipotong dari konteksnya, lalu dibingkai sebagai pengumuman kebijakan baru yang kontroversial. Penyajian seperti itu mudah memancing kecemasan orang tua murid dan guru, karena menyangkut biaya sekolah yang menjadi beban langsung rumah tangga. Dampaknya, kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan bisa tergerus meski kebijakannya tidak berubah.

Pembaca dapat memeriksa sendiri sebelum meneruskan unggahan seperti ini. Langkah pertama, telusuri apakah ada pernyataan resmi lengkap dari pejabat yang bersangkutan, bukan hanya potongan kalimat. Kedua, cocokkan dengan pemberitaan media kredibel dan kanal resmi kementerian. Ketiga, perhatikan apakah unggahan mencantumkan sumber dan tanggal yang jelas. Bila narasi hanya berupa tangkapan layar tanpa tautan asli, kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Kesimpulan

Klaim bahwa Suahasil Nazara menyebut SPP sekolah negeri akan diberlakukan kembali pada 2027 adalah hoaks. Program sekolah negeri gratis tetap berjalan dan dibiayai melalui anggaran pendidikan RAPBN 2027 yang dialokasikan sebesar 20,07 persen atau sekitar Rp824 triliun.

Sumber verifikasi

Komdigi · 8 Oktober 2026Suahasil Sebut Sekolah Negeri Bayar SPP Mulai 2027

Tautan pembanding

Tentang cek fakta ini. Artikel ini adalah telaah dan penulisan ulang IMPRESI atas hasil verifikasi Komdigi, dengan analisis tambahan dari tim IMPRESI. Draf awal dibantu kecerdasan buatan dan setiap cek fakta diperiksa serta disetujui editor sebelum terbit. Lihat metodologi.

Koreksi. Bila menemukan kekeliruan, sampaikan ke impresimediamonitoring@gmail.com. Menemukan klaim lain yang meragukan? Laporkan ke IMPRESI.

Kutip publikasi ini

IMPRESI. (2026). Klaim Suahasil Sebut SPP Sekolah Negeri Kembali Dipungut 2027: Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-suahasil-sebut-sekolah-negeri-bayar-spp-mulai-2027

Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.