Klaim Suahasil Sebut SPP Sekolah Negeri Kembali Dipungut 2027: Hoaks
Unggahan Facebook mengeklaim Suahasil Nazara menyebut SPP sekolah negeri diberlakukan kembali pada 2027. Pemeriksaan Komdigi tidak menemukan pernyataan semacam itu; Suahasil justru menegaskan program sekolah negeri gratis tetap berjalan lewat anggaran pendidikan RAPBN 2027.
Beredar di Facebook narasi yang menyebut Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan SPP untuk sekolah negeri akan diberlakukan lagi mulai 2027.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan narasi yang mengaitkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan kebijakan pemungutan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di sekolah negeri pada 2027. Narasi itu menyiratkan bahwa sekolah negeri akan kembali berbayar dua tahun mendatang.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan dilaporkan lewat kompas.com tidak menemukan pernyataan Suahasil yang menyebut SPP sekolah negeri akan berlaku lagi pada 2027. Klaim dalam unggahan tersebut karenanya tidak berdasar.
Yang benar, Suahasil pernah menjelaskan bahwa program sekolah negeri gratis tidak memperoleh pos anggaran baru yang terpisah. Meski demikian, ia menegaskan program itu tetap dijalankan dengan memanfaatkan belanja pendidikan dalam RAPBN 2027. Pemerintah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20,07 persen pada tahun itu, atau sekitar Rp824 triliun, dan alokasi tersebut akan dirancang ulang agar manfaatnya lebih optimal, termasuk untuk menopang pendidikan gratis.
Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pernah menyampaikan bahwa sekolah negeri, dari jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA/SMK, saat ini sudah gratis.
Analisis
Klaim ini menyesatkan karena memindahkan konteks pembicaraan. Penjelasan Suahasil soal tidak adanya pos anggaran baru bagi program sekolah gratis diolah menjadi kesimpulan bahwa sekolah negeri akan kembali memungut SPP. Padahal, tidak adanya anggaran khusus tidak sama dengan berakhirnya program gratis; sumber yang sama menegaskan program itu tetap berjalan di dalam alokasi pendidikan RAPBN 2027.
Pola semacam ini lazim muncul di media sosial: satu pernyataan pejabat dipotong dari konteksnya, lalu dibingkai sebagai pengumuman kebijakan baru yang kontroversial. Penyajian seperti itu mudah memancing kecemasan orang tua murid dan guru, karena menyangkut biaya sekolah yang menjadi beban langsung rumah tangga. Dampaknya, kepercayaan publik terhadap kebijakan pendidikan bisa tergerus meski kebijakannya tidak berubah.
Pembaca dapat memeriksa sendiri sebelum meneruskan unggahan seperti ini. Langkah pertama, telusuri apakah ada pernyataan resmi lengkap dari pejabat yang bersangkutan, bukan hanya potongan kalimat. Kedua, cocokkan dengan pemberitaan media kredibel dan kanal resmi kementerian. Ketiga, perhatikan apakah unggahan mencantumkan sumber dan tanggal yang jelas. Bila narasi hanya berupa tangkapan layar tanpa tautan asli, kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Kesimpulan
Klaim bahwa Suahasil Nazara menyebut SPP sekolah negeri akan diberlakukan kembali pada 2027 adalah hoaks. Program sekolah negeri gratis tetap berjalan dan dibiayai melalui anggaran pendidikan RAPBN 2027 yang dialokasikan sebesar 20,07 persen atau sekitar Rp824 triliun.
Sumber verifikasi
Komdigi · 8 Oktober 2026Suahasil Sebut Sekolah Negeri Bayar SPP Mulai 2027Tautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Klaim Suahasil Sebut SPP Sekolah Negeri Kembali Dipungut 2027: Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-suahasil-sebut-sekolah-negeri-bayar-spp-mulai-2027
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
