Klaim Polisi Hilang Sebulan Tanpa Kabar pada Oktober 2026 Ternyata Hoaks
Unggahan Facebook mengklaim seorang polisi hilang sebulan tanpa kabar pada Oktober 2026, tetapi klaim itu tidak benar. Foto yang dipakai identik dengan pemberitaan 2019 tentang Bharada Aldy, anggota Brimob yang gugur dalam kontak senjata di Nduga, bukan sosok yang dilaporkan menghilang.
Sebuah unggahan di Facebook menyebut ada seorang polisi yang menghilang selama satu bulan tanpa diketahui keberadaannya pada Oktober 2026, dan unggahan itu menyertakan sebuah tautan.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Di Facebook beredar unggahan yang menyatakan bahwa seorang polisi menghilang selama satu bulan tanpa diketahui keberadaannya pada Oktober 2026. Unggahan itu juga menyertakan sebuah tautan yang diklik pembaca.
Faktanya
Komdigi melaporkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Pemeriksaan yang dilakukan merujuk pada pemberitaan Kompas.com, yang menyebut tautan dalam unggahan itu justru mengarah ke laman e-commerce, bukan ke sumber berita atau informasi resmi apa pun.
Foto yang ditampilkan dalam unggahan juga bukan gambar baru. Kompas.com mencocokkannya dengan gambar yang pernah dimuat Grid.id pada 2019. Sosok dalam foto itu adalah Bharada Aldy, anggota Brimob yang gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mugi, Kabupaten Nduga, pada 20 Maret 2019. Menurut pemberitaan yang dikutip, ia meninggal akibat luka tembak pada bahu, tepatnya di bagian ketiak kanan. Tidak ada keterangan dalam sumber mana pun bahwa Bharada Aldy menghilang selama sebulan sebagaimana narasi unggahan.
Analisis
Yang membuat unggahan ini menyesatkan adalah kombinasi dua teknik sekaligus. Pertama, foto lama dipakai ulang dan dilepas dari konteks aslinya: gambar peristiwa 2019 dipasang pada narasi yang mengaku terjadi pada Oktober 2026. Kedua, tautan yang disertakan tidak mengarah ke bahan pendukung klaim, melainkan ke laman e-commerce. Pola semacam ini perlu diwaspadai karena pembaca yang mengklik tautan bisa dibawa ke halaman yang tidak relevan, bahkan berpotensi diarahkan ke situs yang meminta data pribadi atau transaksi.
Dampak yang paling nyata adalah kerugian bagi keluarga dan institusi tempat Bharada Aldy bertugas. Nama dan wajah seorang anggota yang telah gugur dipakai untuk cerita yang tidak pernah terjadi, sementara publik yang membaca unggahan itu menerima informasi keliru tentang peristiwa keamanan. Pembaca juga dirugikan karena waktu dan perhatiannya diarahkan ke tautan yang tidak memberi informasi apa pun.
Untuk memeriksa sendiri, pembaca dapat melakukan beberapa langkah sederhana. Pertama, periksa ke mana tautan mengarah sebelum mengkliknya. Kedua, telusuri gambar dengan pencarian balik untuk melihat apakah foto itu pernah terbit sebelumnya dan dalam konteks apa. Ketiga, cari pemberitaan dari media kredibel mengenai peristiwa yang diklaim, termasuk tanggal dan lokasinya. Bila sebuah unggahan hanya mengandalkan satu foto tanpa keterangan waktu dan tempat yang jelas, sikap hati-hati sangat dianjurkan.
Kesimpulan
Klaim bahwa seorang polisi menghilang sebulan tanpa kabar pada Oktober 2026 tidak didukung bukti. Foto yang dipakai berasal dari peristiwa 2019 dan menampilkan Bharada Aldy, yang gugur dalam kontak senjata di Nduga. Unggahan ini masuk kategori hoaks, dan tautan di dalamnya tidak mengarah ke sumber yang relevan.
Sumber verifikasi
Komdigi · 12 Oktober 2026Seorang Polisi Hilang Selama Satu Bulan Tanpa KabarTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Klaim Polisi Hilang Sebulan Tanpa Kabar pada Oktober 2026 Ternyata Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-seorang-polisi-hilang-selama-satu-bulan-tanpa-kabar
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
