Klaim Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi soal Korupsi Rp700 Miliar: Hoaks
Beredar tangkapan layar artikel yang mengklaim Presiden Prabowo meminta KPK memeriksa Jokowi terkait dugaan korupsi Rp700 miliar. Pemeriksaan Komdigi menunjukkan klaim itu hoaks: judul dan gambar artikel telah diubah dari berita CNBC Indonesia yang sebenarnya membahas sambutan Prabowo di resepsi 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sebuah unggahan di media sosial menampilkan tangkapan layar artikel yang menyatakan Presiden Prabowo Subianto meminta KPK memeriksa Joko Widodo karena dugaan korupsi dan penerimaan uang Rp700 miliar.

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Di media sosial beredar sebuah tangkapan layar artikel yang menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto. Narasi dalam unggahan itu menyebut bahwa Presiden Prabowo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) karena dugaan korupsi dan penerimaan uang senilai Rp700 miliar.
Faktanya
Komdigi memeriksa klaim tersebut dan menyimpulkan bahwa informasi itu hoaks. Menurut laporan yang dikutip dari antaranews.com, tidak ada pernyataan kredibel — baik dari Istana maupun media massa resmi — yang membenarkan bahwa Presiden Prabowo meminta KPK memeriksa Jokowi.
Penelusuran menunjukkan bahwa judul dan tangkapan layar artikel dalam unggahan itu telah dimanipulasi. Berita aslinya milik CNBC Indonesia dan membahas sambutan Presiden Prabowo ketika menghadiri resepsi 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, dengan topik swasembada pangan. Tidak ada kaitan antara berita asli tersebut dengan permintaan pemeriksaan terhadap Jokowi.
Analisis
Klaim ini menyesatkan karena memakai teknik yang cukup lazim: potongan tangkapan layar dari pemberitaan sungguhan, lalu judulnya diganti dengan pernyataan yang tidak pernah ada. Karena gambar dan tata letak artikel tampak seperti media arus utama, pembaca yang hanya melihat sekilas mudah menganggapnya sebagai berita sah. Padahal, isi asli artikel sama sekali berbeda dari judul yang ditempelkan.
Dampak dari konten semacam ini tidak kecil. Nama Presiden Prabowo dan Jokowi sama-sama dicatut dalam konteks dugaan korupsi yang tidak berdasar, sehingga dapat merugikan reputasi keduanya sekaligus mengaburkan informasi tentang agenda pemerintahan yang sebenarnya, seperti swasembada pangan. Pembaca juga dirugikan karena menerima gambaran keliru tentang hubungan antarlembaga negara.
Untuk memeriksa sendiri, publik dapat mencocokkan judul dan gambar artikel dengan pemberitaan aslinya di situs media yang bersangkutan. Langkah lain adalah menelusuri apakah ada pernyataan resmi dari Istana atau KPK yang mendukung klaim tersebut. Bila tidak ditemukan sumber primer yang kredibel, klaim sebaiknya tidak disebarkan.
Kesimpulan
Klaim bahwa Presiden Prabowo meminta KPK memeriksa Jokowi terkait dugaan korupsi Rp700 miliar adalah hoaks. Judul dan tangkapan layar artikel dalam unggahan tersebut merupakan hasil manipulasi dari berita CNBC Indonesia tentang resepsi 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sumber verifikasi
Komdigi · 9 Oktober 2026Presiden Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi Terkait Dugaan Korupsi Rp700 MiliarTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Klaim Prabowo Minta KPK Periksa Jokowi soal Korupsi Rp700 Miliar: Hoaks. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-presiden-prabowo-minta-kpk-periksa-jokowi-terkait-dugaan-korupsi-rp700-miliar
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
