Klaim Makanan GMO Merusak Genetik dan Kesehatan Manusia Tidak Didukung Bukti Ilmiah
Unggahan di Facebook mengeklaim makanan GMO merusak genetik dan kesehatan manusia. Pemeriksaan Komdigi bersama pemeriksa fakta yang dikutipnya tidak menemukan bukti ilmiah atas klaim itu, dan produk GMO yang beredar telah melalui evaluasi keamanan.
Sebuah unggahan di Facebook menyatakan bahwa mengonsumsi makanan hasil rekayasa genetika (GMO) dapat merusak genetik dan kesehatan manusia.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Di media sosial Facebook, sebuah unggahan menyebarkan narasi bahwa makanan Genetically Modified Organism (GMO) membahayakan kesehatan manusia sekaligus merusak materi genetik mereka yang mengonsumsinya. Narasi ini kemudian menjadi bahan pemeriksaan fakta.
Faktanya
Komdigi melaporkan hasil verifikasi yang mengacu pada turnbackhoax.id, dan menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Menurut pemeriksaan itu, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa DNA dari makanan yang kita santap bisa berpindah dan menyatu ke dalam susunan genetik tubuh manusia. Produk GMO yang beredar pun telah melewati serangkaian pengujian keamanan oleh otoritas yang berwenang.
Di Indonesia, pengawasan peredaran produk rekayasa genetika berada di tangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelum sebuah produk diizinkan beredar, BPOM menilai aspek keamanannya, kandungan gizinya, serta kemungkinan risiko lain yang menyertainya. Dengan demikian, produk yang sudah mendapat izin edar telah melalui tahapan evaluasi, bukan dilepas tanpa pengawasan.
Analisis
Daya tarik klaim ini terletak pada kata "genetik", yang mudah membangkitkan kekhawatiran. Publik sering membayangkan materi genetik makanan akan menyusup ke tubuh dan mengubah susunan DNA mereka, padahal gagasan semacam itu tidak didukung temuan ilmiah. Penyederhanaan yang menakutkan inilah yang membuat pesan seperti ini cepat tersebar di media sosial, terutama ketika disajikan tanpa menyebut proses pengujian yang sebenarnya sudah dijalani produk GMO.
Kerugiannya nyata: petani, pelaku usaha pangan, dan konsumen yang membutuhkan pangan terjangkau dapat terpengaruh oleh ketakutan yang tidak berdasar. Untuk memeriksa sendiri, pembaca sebaiknya menelusuri apakah suatu produk rekayasa genetika telah memiliki izin edar BPOM, dan tidak langsung mempercayai unggahan yang menyebut risiko kesehatan tanpa merujuk pada hasil kajian lembaga berwenang. Perlu ditegaskan bahwa IMPRESI menyajikan ulang temuan Komdigi dan pemeriksa fakta yang dikutipnya, bukan melakukan pemeriksaan pertama.
Kesimpulan
Klaim bahwa makanan GMO merusak genetik dan kesehatan manusia tidak terbukti dan dilabeli hoaks. Produk rekayasa genetika yang beredar di Indonesia tunduk pada evaluasi keamanan BPOM sebelum memperoleh izin edar, sehingga narasi yang beredar tidak sejalan dengan bukti yang ada.
Sumber verifikasi
Komdigi · 6 Oktober 2026Makanan GMO Merusak Genetik dan Kesehatan ManusiaTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Klaim Makanan GMO Merusak Genetik dan Kesehatan Manusia Tidak Didukung Bukti Ilmiah. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-makanan-gmo-merusak-genetik-dan-kesehatan-manusia
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
