Foto Jokowi Pamer Ijazah di Depan Publik Ternyata Hasil Rekayasa AI, Bukan Kejadian Nyata
Unggahan di Facebook menampilkan foto Jokowi seolah memperlihatkan ijazah perguruan tinggi kepada publik. Penelusuran Komdigi menunjukkan gambar itu hasil rekayasa kecerdasan buatan, sementara video aslinya memperlihatkan Jokowi menunjukkan Kartu Tanda Anggota PSI.
Beredar foto yang diklaim memperlihatkan mantan Presiden Joko Widodo menunjukkan ijazah perguruan tinggi kepada publik.

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan foto yang digambarkan sebagai momen ketika mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memperlihatkan ijazah perguruan tinggi kepada publik. Narasi dalam unggahan itu membawa pembaca pada kesan bahwa Jokowi secara terbuka memamerkan dokumen pendidikannya.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi dan dilaporkan pemeriksa fakta Kompas.com menemukan bahwa gambar tersebut bukan peristiwa nyata. Penelusuran dengan teknik pencarian gambar terbalik mengarahkan hasilnya ke artikel Kompas.id berjudul "Jokowi Optimistis Bawa PSI Jadi Kekuatan Besar di Pemilu 2029" yang terbit 2 September 2026.
Dalam artikel itu, Jokowi tampil mengenakan kemeja putih dengan ikat kepala berwarna senada, persis seperti dalam foto yang beredar. Namun pada video aslinya, tepat di detik ke-56, yang ditunjukkan Jokowi adalah Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bukan ijazah.
Pemeriksaan lanjutan memakai perangkat AI or Not menyimpulkan bahwa gambar berisi Jokowi yang memamerkan ijazah merupakan hasil buatan kecerdasan buatan. Alat tersebut menilai kemungkinan gambar itu dihasilkan AI mencapai 98 persen. Dengan demikian, foto yang beredar merupakan konten yang telah dimanipulasi.
Analisis
Kasus ini memperlihatkan pola yang kian sering muncul: potongan gambar diambil dari peristiwa nyata, lalu objek di dalamnya diganti sehingga maknanya berbalik. Di video asli, Jokowi memegang kartu keanggotaan partai; di gambar rekayasa, benda itu berubah menjadi ijazah. Perubahan kecil semacam ini cukup untuk membangun kesan yang sama sekali berbeda, sementara wajah, pakaian, dan latar tetap dipertahankan agar terlihat autentik.
Penggunaan alat pendeteksi AI menjadi penting karena mata pembaca awam kerap sulit membedakan gambar hasil generatif dari foto asli, terutama pada unggahan beresolusi rendah. Angka 98 persen dari AI or Not memberi indikasi kuat bahwa gambar itu tidak dapat diperlakukan sebagai bukti visual.
Dampaknya, publik yang tidak menelusuri sumber berpotensi menerima informasi keliru tentang tokoh publik dan menilainya berdasarkan peristiwa yang tidak pernah terjadi. Kerugian lain adalah menurunnya kepercayaan terhadap foto dan video sebagai bukti, karena konten asli maupun rekayasa tampil dengan wajah yang sama.
Pembaca dapat memeriksa sendiri dengan mencari gambar melalui pencarian terbalik, menelusuri video asli dari peristiwa yang diklaim, serta mencermati detail seperti bentuk benda yang dipegang dan konteks acara. Membandingkan dengan pemberitaan media kredibel juga membantu memastikan apakah peristiwa itu benar terjadi.
Kesimpulan
Foto yang diklaim memperlihatkan Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada publik adalah hoaks. Gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan, sedangkan video aslinya memperlihatkan Jokowi memegang KTA PSI.
Sumber verifikasi
Komdigi · 3 Oktober 2026Foto Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya ke PublikTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Foto Jokowi Pamer Ijazah di Depan Publik Ternyata Hasil Rekayasa AI, Bukan Kejadian Nyata. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-foto-jokowi-tunjukkan-ijazah-aslinya-ke-publik
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
