Bola Api di Langit Bekasi Dikaitkan Banaspati, Ternyata Flare Perayaan Timnas
Bola api merah yang tampak di langit Bekasi diklaim sebagai banaspati. Pemeriksaan Komdigi bersama kepolisian memastikan objek itu flare yang dinyalakan warga untuk merayakan kemenangan timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Foto dan video yang beredar di Facebook menampilkan bola api merah di langit Kabupaten Bekasi pada Selasa malam, dan dikaitkan dengan banaspati, sosok makhluk halus berwujud api dalam mitologi Indonesia.

Cek FaktaHoaksKlaim yang beredar
Konten berupa foto dan video beredar di Facebook dan disebut menampilkan bola api berwarna merah yang melintas di langit Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa malam. Narasi yang menyertai konten itu menyebut objek tersebut sebagai banaspati, makhluk halus berwujud api yang dikenal dalam mitologi dan cerita rakyat Indonesia.
Faktanya
Komdigi menelusuri klaim ini dan melaporkan bahwa peristiwa di Kampung Pamahan, Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 6 Oktober 2026 malam, memang teramati warga. Namun, objek yang tampak bukan makhluk halus.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani, seperti dikutip detik.com, menyatakan kejadian itu sudah dicek personel di lapangan. Penelusuran dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sukamurni Bripka Suntono dengan menghimpun keterangan dari warga sekitar. Menurut Aliyani, flare itulah yang dibakar warga sebagai ungkapan syukur atas kemenangan timnas Indonesia melawan Thailand pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan demikian, tidak ada unsur mistis dalam peristiwa tersebut. Yang terekam kamera warga adalah flare, bukan banaspati sebagaimana diklaim dalam unggahan.
Analisis
Kesalahan informasi ini bekerja dengan cara menggabungkan peristiwa nyata dan tafsir budaya. Objek yang benar-benar terlihat di langit tidak dibantah keberadaannya; yang keliru adalah penjelasan atas objek itu. Karena banaspati sudah lama hidup dalam cerita rakyat, label tersebut mudah diterima pembaca tanpa diperiksa lebih dulu, terutama ketika konten disajikan sebagai foto dan video yang terkesan membuktikan sendiri.
Akibatnya, perayaan warga atas prestasi olahraga berubah menjadi cerita horor yang tidak berdasar. Publik yang membaca unggahan itu berpotensi menilai warga Bekasi secara keliru, sementara peristiwa yang sebenarnya biasa saja kehilangan konteksnya. Pihak yang dirugikan adalah warga dan aparat desa yang sudah memberi keterangan, serta pembaca yang menerima informasi menyimpang.
Pembaca dapat memeriksa sendiri sebelum membagikan konten semacam ini. Langkah pertama adalah mencari keterangan resmi kepolisian atau pemerintah daerah setempat. Langkah kedua, memeriksa apakah ada pemberitaan media kredibel yang menjelaskan peristiwa tersebut. Langkah ketiga, menelusuri apakah narasi mistis hanya muncul di unggahan media sosial tanpa dukungan sumber. Dalam kasus ini, keterangan kepolisian dan pemberitaan detik.com serta Kompas.com sudah cukup untuk meluruskan klaim.
Kesimpulan
Klaim bahwa bola api merah di langit Bekasi merupakan banaspati tidak berdasar. Pemeriksaan Komdigi dan kepolisian menunjukkan objek tersebut adalah flare yang dinyalakan warga untuk merayakan kemenangan timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Konten ini masuk kategori hoaks karena menambahkan tafsir mistis pada peristiwa yang sudah dijelaskan secara faktual.
Sumber verifikasi
Komdigi · 15 Oktober 2026Bola Api Merah di Langit BekasiTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Bola Api di Langit Bekasi Dikaitkan Banaspati, Ternyata Flare Perayaan Timnas. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-bola-api-merah-di-langit-bekasi
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
