Klaim Alat Makan Tembaga Menetralkan Racun dalam Tubuh Tidak Benar
Unggahan di Facebook mengklaim alat makan tembaga mampu menetralkan racun dalam tubuh dan sifat ini disebut disembunyikan industri modern. Faktanya, klaim itu tidak benar: tembaga memang dibutuhkan tubuh, tetapi asupan berlebihan justru berbahaya, dan wadah tembaga untuk minum hanya relevan bagi penderita defisiensi tembaga yang kasusnya sangat jarang.
Sebuah unggahan di Facebook menyebutkan bahwa alat makan berbahan tembaga memiliki sifat antiracun, dan kemampuan ini diklaim sengaja disembunyikan oleh industri modern.

Cek FaktaHoaks
Klaim yang beredar
Sebuah unggahan di media sosial Facebook memuat narasi yang menyatakan bahwa alat makan dari tembaga memiliki sifat antiracun. Narasi tersebut juga menyebut bahwa kemampuan ini seolah disembunyikan oleh industri modern.
Faktanya
Pemeriksaan yang dilakukan Komdigi menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Mengacu pada pemberitaan tempo.co, tubuh memang memerlukan tembaga, namun jumlah yang berlebihan justru menimbulkan risiko bagi kesehatan. Dengan demikian, anggapan bahwa alat makan tembaga menetralkan racun tidak memiliki dasar yang mendukung.
Sumber yang sama mengutip healthline.com untuk menjelaskan fungsi wadah tembaga dalam praktik minum. Pemakaian wadah tersebut dimaksudkan agar mineral tembaga terserap ke dalam tubuh. Meski begitu, praktik ini pada umumnya hanya ditujukan bagi orang yang mengalami defisiensi tembaga. Kasus kekurangan tembaga tergolong sangat jarang karena kebutuhan harian mineral ini mudah tercukupi dari makanan sehari-hari.
Analisis
Yang membuat klaim ini menyesatkan adalah cara narasinya dibangun: sebuah praktik yang punya konteks terbatas, yakni penyerapan mineral pada kondisi defisiensi tembaga, digeser menjadi klaim umum bahwa alat makan tembaga menetralkan racun. Pergeseran itu diperkuat dengan bingkai “disembunyikan industri modern”, yang memberi kesan adanya informasi penting yang sengaja ditutupi. Padahal, rujukan yang dikutip pemeriksa fakta justru menunjukkan hal sebaliknya: konsumsi tembaga berlebih berbahaya, sehingga penggunaan wadah tembaga tidak dapat dianjurkan secara sembarangan.
Klaim semacam ini berpotensi merugikan pembaca yang menganggapnya sebagai saran kesehatan. Orang yang percaya bisa mengubah pola konsumsi atau menggunakan wadah tertentu tanpa dasar medis yang memadai, sementara risiko asupan tembaga berlebih tidak mereka sadari. Karena itu, pesan kesehatan yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dipercaya, terutama bila disertai narasi konspirasi tanpa rujukan yang jelas.
Pembaca dapat memeriksa sendiri dengan menelusuri sumber ilmiah atau artikel pemeriksa fakta mengenai tembaga dan batas asupan yang aman. Menelusuri asal unggahan dan membandingkan isinya dengan penjelasan lembaga kesehatan juga membantu menilai apakah sebuah klaim berdasar atau tidak. Dalam hal ini, Komdigi telah melaporkan hasil pemeriksaannya, dan IMPRESI menelaah serta menyajikan ulang temuan tersebut, bukan sebagai pemeriksa pertama.
Kesimpulan
Klaim bahwa alat makan tembaga menetralkan racun dalam tubuh, dan bahwa sifat itu disembunyikan industri modern, adalah hoaks. Tembaga tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah wajar, tetapi asupan berlebih berbahaya, dan penggunaan wadah tembaga hanya berkaitan dengan kondisi defisiensi tembaga yang jarang terjadi.
Sumber verifikasi
Komdigi · 28 September 2026Alat Makan Tembaga Mampu Menetralkan Racun dalam TubuhTautan pembanding
Kutip publikasi ini
IMPRESI. (2026). Klaim Alat Makan Tembaga Menetralkan Racun dalam Tubuh Tidak Benar. Institut Media dan Ruang Publik Indonesia. https://impresi.or.id/cek-fakta/cek-fakta-alat-makan-tembaga-mampu-menetralkan-racun-dalam-tubuh
Data dan temuan boleh dikutip dengan menyebut IMPRESI dan menautkan halaman ini.
